Tampilkan postingan dengan label UIN SUSKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UIN SUSKA. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

OTIK 4 TAHUN 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau

OTIK 4 TAHUN 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau kali ini insyaallah akan diadakan pada tanggal 17 - 18 Oktober 2012, dengan peserta mulai dari Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA) sampai Tingkat Mahasiswa dengan jenis perlombaan yang di adakan adalah sebagai berikut :

1. Tingkat Mahasiwa
  • Karya Inovasi Aplikasi Mobile
  • Blog SEO
  • Solusi TIK berskala enterprise
2. Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA)
  • Animasi 3D
  • Web Design
  • Robotika
Untuk info selengkapnya silahkan kunjungi Situs Resmi OTIK 4 atau download browsur OTIK 4.
OTIK 4 Tahun 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau

Minggu, 16 September 2012

OTIK 4 Tahun 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau

OTIK 4 TAHUN 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau kali ini insyaallah akan diadakan pada tanggal 17 - 18 Oktober 2012, dengan peserta mulai dari Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA) sampai Tingkat Mahasiswa dengan jenis perlombaan yang di adakan adalah sebagai berikut :

1. Tingkat Mahasiwa
  • Karya Inovasi Aplikasi Mobile
  • Blog SEO
  • Solusi TIK berskala enterprise
2. Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA)
  • Animasi 3D
  • Web Design
  • Robotika
Untuk info selengkapnya silahkan kunjungi Situs Resmi OTIK 4 atau download browsur OTIK 4.
OTIK 4 Tahun 2012 Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau

Jumat, 04 Mei 2012

Download Logo baru UIN SUSKA Riau

Bagi yang ingin mendownload logo / lambang baru dari UIN SUSKA Riau yang dilaunching 02 Mei 2012 kemarin, silahkan klik perbesar gambar logo dibawah ini, kemudian klik kanan dan pilih Save Image As .
logo lambang baru uin suska riau
Logo / lambang UIN SUSKA Riau Terbaru

Kamis, 03 Mei 2012

Logo Baru UIN SUSKA Riau Resmi di Launching

logo lambang baru uin suska riau
Logo / lambang UIN SUSKA Riau Terbaru
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau secara resmi mendeklarasikan pemakain logo baru pada Selasa (2/5) kemarin.

Pengesahan melalui deklarasi yang dihadiri oleh seluruh puncuk pimpinan UIN Suska Riau termasuk para dekan ini langsung dilaksanakan oleh Rektor UIN, Prof Dr H. M. Nazir Karim,. MA. Rektor pada siang itu membacakan deklarasi dan menandatangani pengesahan itu.

Menurut Nazir, perubahan ini sebenarnya agak terlambat, karena terjadi pembicaraan panjang sejak Oktober 2010 lalu. Perubahan logo ini, kata rektor, berkaitan dengan perubahan nama yang terjadi sejak Januari 2005 lalu.

‘’Sejak berubah nama dari IAIN menjadi UIN, universitas ini juga mengalami perubahan orientasi, visi dan filosofi. Logo ini tidak hanya gambarnya saja yang berubah, namun juga maknanya yang menyesuaikan dengan visi UIN Suska Riau menuju World Class University. Maka logo UIN ini harus diganti melalui tim khusus. Sangat panjang riwayat desain dan pemebicaraan logo ini hingga hari ini bisa kita sahkan dan kita deklarasikan pemakaiannya,’’ jelas Nazir usai deklarasi di lantai 5 Gedung Rektorat kampus itu.

Dalam deklarasi itu, Rektor mewajibkan seluruh elemen UIN Suska Riau menggunakan logo baru UIN SUSKA yang telah ditetapkan, karena logo yang lebih dinamis dan atraktif ini sudah masuk statuta dan sudah disahkan.

Deklarasi Logo Baru UIN SUSKA Riau
Hingga menurut Rektor, pemakaiannya tidak bisa ditunda-tunda lagi. UIN sendiri menargetkan dalam sebulan ke depan, pemakaian logo yang diikuti dengan perubahan stempel dan kop surat dapat tercapai.

Sementara itu, Pembantu Rektor I UIN Suska Riau Prof Dr Munzir Hitami MA menerangkan secara detail mengenai makna dan filosofi logo baru ini. Secara umum, dia menyebutkan, logo baru uin suska riau ini sangat sarat dengan arti di setiap pola desainnya, mulai dari segi delapan yang serupa bingkai menggambarkan simbol Islami.

Unsur logo yang terdiri dari kaligrafi kata Iqra, ayat pertama dari surat pertama Alquran serangkai yang membentuk segi delapan menggambarkan penguatan iman, ilmu dan amal.

Ayat pertama itu sarat dengan makna. Kata Iqra yang artinya membaca, memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu.

UIN Suska Riau dalam hal ini dituntut melaksanakan pendidikan dan pengajaran serta latihan untuk melahirkan SDM yang berkualitas akademik, profesional dan memiliki pribadi Islami.

Sementara spiral diagonal berwarna kuning yang berada di tengah-tengah logo menggambarkan garis yang tidak pernah putus.

Filosofi spiral yang bermakna bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan pernah berhenti, terus berputar walaupun manusia yang menguasainya telah berhenti lebih dahulu karena kembali ke Sang Pencipta.

Sumber : riaupos.co dan uin-suska.ac.id

Senin, 09 Januari 2012

Fakultas Pertanian dan Peternakan

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Fakultas Pertanian dan Peternakan (FAPERTAPET) adalah fakultas ke delapan di lingkungan Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau yang didirikan  pada Tahun 2002 dengan nama Fakultas Peternakan. Fakultas ini lahir sebagai proses peningkatan status Institut Pertanian Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) yang terwujud dengan dikeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomer 2 Tahun 2005 tanggal 4 Januari 2005 tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska).

Tuntutan peningkatan sumberdaya manusia di bidang  ilmu dan akselerasi fungsi serta peningkatan konstribusi Fakultas Peternakan UIN Suska Riau dalam pendidikan, maka fakultas terus berbenah dan mengembangkan diri. Tahun 2006 Fakultas Peternakan berubah nama menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FAPERTAPET) dengan dikeluarkannya peraturan Menteri Agama RI nomor 56 Tahun 2006.

Saat ini FAPERTAPET telah memiliki 2 Program Studi (prodi) yaitu Prodi Peternakan dan Prodi Pertanian. Prodi Peternakan dibuka pada Tahun Akademik 2002/2003 dan telah memilik 3 konsentrasi, yaitu: Teknologi Produksi Ternak (TPT), Teknologi Hasil Ternak (THT), Teknologi Pakan dan Nutrisi (TPN)

Program Studi Pertanian dibuka pada Tahun Akademik 2007/2008 berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Nasional  No. 728/D/T/2007  Tanggal 29 Maret 2007 tentang Rekomendasi Penyelenggaraan Program-program Studi baru di UIN Suska Riau yang direncanakan memiliki 6 konsentrasi, yaitu: Teknologi Hasil Pertanian (THP), Komunikasi Pertanian (KP), Agronomi (AGR), Agribisnis (AGB), Perkebunan dan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT) yang selanjutnya akan dilakukan studi kelayakan.
Saat ini FAPERTAPET UIN Suska Riau beralamat di kampus II (Kampus Raja Ali Haji) Jl. Soebrantas Km. 14,5 Panam Pekanbaru dengan sumberdaya dosen sebanyak 36 orang, staf administrasi 13 orang, laboran 1 orang, jumlah mahasiswa sebanyak 695 orang, dan alumni 137 sejak 2006.

Kampus Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN SUSKA RIAU
 Sumber : fpp.uin-suska.ac.id

Minggu, 08 Januari 2012

Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Sejarah berdirinya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial tidak dapat dipisahkan dari adanya keinginan untuk memperluas bidang kajian di IAIN Sulthan Syarif Qasim melalui seminar Cendekiawan Muslim (1985), Seminar Budaya Kerja dalam Perspektif Islam (1987), dan dialog ulama serta cendekiawan se-Propinsi Riau tiga tahun berturut-turut (1996, 1997 dan 1998).

Seminar melahirkan rekomendasi agar IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru membuka program studi baru atau program studi umum. Melalui keputusan rapat senat IAIN Sulthan Syarif Qasim tanggal 9 September 1998 dilaksanakanlah persiapan pembukaan jurusan/ program studi secara bertahap. Pada tahun akademik 2002/2003 jurusan-jurusan/ program studi umum di atas ditingkatkan menjadi fakultas yang berdiri sendiri. Kemudian berdirilah Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, dan yang terakhir berdirilah Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Sejak berdirinya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (2003 s/d sekarang), fakultas mengalami pergantian pucuk pimpinan hanya satu kali, yaitu pergantian dari Drs. H. M. Djamil Lunin, Ak (Alm) yang meninggal pada tahun 2007 kepada Dr. Kirmizi, MBA, Ak.

Penerimaan mahasiswa pada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial telah dimulai sejak tahun akademik 1998/1999 ketika masih berbentuk jurusan Manajemen dan Manajemen Perusahaan pada Fakultas Syariah sebanyak … orang. Pada tahun akademik 2002/2003 jurusan Manajemen dan Manajemen Perusahaan statusnya ditingkatkan menjadi fakultas yang berdiri sendiri menjadi Fakultas Ekonomi dengan Jurusan/Program Studi Manajemen, Akuntansi dan Manajemen Perusahaan Diploma III. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 56 Tahun 2006 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 8 tahun 2005 tentang organisasi dan tata kerja UIN Susqa Riau, maka nama Fakultas Ekonomi berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Sosial. Dan berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. DJ.I/426/2007 tanggal 01 November tahun 2007 tentang Prgram Studi pada PTAI untuk penambahan penyelenggaraan program studi pada Fakultas Ekonomi dan Sosial, yaitu : Administrasi Perpajakan (D-III), Akuntansi (D-III), dan Manajemen Perusahaan (D-III).

Sejalan dengan kemajuan Fakultas Ekonomi dan Sosial menyebabkan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk masuk ke fakultas ini. Hal ini terlihat dari jumlah mahasiswa yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Kampus Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU
Sumber : feis.uin-suska.ac.id

Sabtu, 07 Januari 2012

Fakultas Psikologi

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Abad ke-21 merupakan era global. Pesatnya kemajuan teknologi, khususnya teknologi komunikasi membawa masyarakat dunia ke dalam wilayah tanpa batas. Kemajuan ini telah menghapuskan jarak wilayah untuk saling berkomunikasi antar masyarakat dan bangsa.

Melalui media komunikasi masyarakat mengenal budaya asing, kebiasaan, moralitas, perilaku keseharian, ilmu pengetahuan dan teknologinya. Penguasaan teknologi komunikasi dapat mempercepat kemajuan suatu masyarakat. Namun, di sisi lain dapat pula melahirkan berbagai dampak negatif, antara lain sebagai jaringan mafia berbagai kejahatan.

Disadari atau tidak, era globalisasi ikut mempengaruhi kehidupan dalam keluarga. Hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya pendidikan keluarga. Kesibukan orang tua dan pergeseran nilai asuh para orang tua menyebabkan landasan pendidikan keluarga semakin melemah. Anak-anak lebih banyak dididik oleh lingkungan yang tidak terkontrol ditengah-tengah kemajemukan budaya. Dasar perilaku hedonistic menyebabkan anak memilih kesenangan sesaat yang diperolehnya dari lingkungan yang tidak terkontrol tersebut, kemudian melahirkan anak-anak yang delinkuen.

Keinginan masyarakat untuk hidup layak dari sisi ekonomi dan menjadikan kekayaan sebagai ukuran status sosial, memaksa mereka untuk hidup dengan kerja dan berpikir keras untuk memperoleh status ekonomi yang tinggi. Dalam perburuan ekonomi ini sebagian anggota masyarakat sampai keluar dari kaidah perilaku menurut norma sosial dan ada pula karena berbagai pemicu, tidak mampu mengendalikan dirinya sehingga masyarakat memandangnya sebagai individu yang tidak normal.

Kemajuan teknologi yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan umat, bagaimanapun dalam kenyataanya juga menimbulkan dampak negatif yang perludikontrol dan diminimalkan. Untuk tujuan ini tentu diperlukan tenaga-tenaga terampil yang menguasai seluk-beluk perilaku manusia.

Daerah Riau merupakan suatu daerah yang cukup rawan terhadap dampak negatif kemajuan teknologi tersebut. Riau sebagai daerah baru perindustrian yang sedang berkembang pesat dengan jumlah penduduk yang bertambah dengan cepat dan keragaman suku budaya masyarakat, dapat merupakan pemicu persaingan bagi perilaku individu yang sehat dan perilaku yang tidak sehat.

Oleh karena itu masyarakat Riau memerlukan tenaga-tenaga yang terampil di bidang Psikologi untuk membantu masyarakat menumbuhkan, memelihara, dan memulihkan kegairahan dan kebahagiaan hidup di dalam kemajuan teknologi. Untuk inilah IAIN SUSQA (yang sekarang telah berubah status menjadi UIN SUSKA Riau) bertekad mendirikan jurusan / Program Studi Psikologi Fakultas Tarbiyah pada tahun 1998.

Adapun yang menjadi dasar pembukaan Program Studi Psikologi adalah :
  • UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • PP No.60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  • Keputusan Menteri Agama RI No. 398 Tahun 1993 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN SUSQA.
  • Keputusan Menteri Agama RI No.412 Tahun 1993 tentang statuta IAIN SUSQA.
  • Keputusan Mendikbud No.222/U/1998 tentang Pedoman Pendidikan Tinggi.
  • SK.Dirjen Bimbaga Islam No.E/3/98 tanggal 6 januari 1998 tentang pembukaan Jurusan-jurusan baru di lingkungan IAIN SUSQA.
  • Rekomendasi Dirjen Dikti Depdiknas No. 2486/D/T/2001 tentang pembukaan program-program studi S1 pada IAIN dan STAIN dalam rangka wider mandate di lingkungan Departemen Agama.
Setelah tiga tahun berjalan, ternyata jumlah peminat meningkat secara signifikan. Pada saat itu mahasiswa dari angkatan pertama hingga keempat berjumlah 296 orang.

Namun meski proses akademik telah berjalan dengan baik, berbagai hambatan untuk mencapai tujuan masih banyak, bahkan hambatan inipun menimbulkan gejolak di kalangan mahasiswa. Hambatan tersebut antara lain masalah gelar lulusan yang masih disangsikan, karena jurusan Psikologi masih di bawah naungan Fakultas Tarbiyah, kekurangan tenaga dosen yang professional, serta kekurangan sarana dan prasarana akademik.

Untuk mengatasi berbagai hambatan dan untuk memacu perkembangan jurusan Psikologi tersebut, maka terhitung tanggal 11 Mei 2002 Pimpinan IAIN SUSQA memisahkan manajemen dan administrasi jurusan Psikologi dari Fakultas Tarbiyah, dengan membentuk perangkat organisasi Fakultas Psikologi.
Kampus Fakultas Psikologi UIN SUSKA RIAU
 Sumber : fpsi.uin-suska.ac.id

Jumat, 06 Januari 2012

Fakultas Sains dan Teknologi

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Fakultas Sains dan Teknologi didirikan pada akhir tahun 2001 sebagai persiapan perubahan status dari Institut Agama Islam Negeri Sulthan Syarif Qasim (IAIN SUSQA) Pekanbaru menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Cikal bakal berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi bermula dari dibukanya Jurusan Teknik Informatika pada tahun 1999 dan Jurusan Teknik Industri pada tahun 2001. Pendirian kedua jurusan tersebut berada di bawah naungan Fakultas Dakwah. Dengan adanya kedua jurusan tersebut, maka dibentuklah Fakultas Sains dan Teknologi dengan:
  • SK Rektor nomor: 163/R/2001 tertanggal 26 Desember 2001
  • Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78).
  • Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2005 tentang Perubahan IAIN Sultan Syarif Kasim Riau.
  • Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
  • SK Dirjen Dikti nomor: DJ. II/26/2006 tertanggal 20 Februari 2006 tentang izin penyelenggaraan Program Studi jenjang S1.
  • Pada tahun 2002, dibentuk Jurusan Sistem Informasi dan Matematika Terapan, kemudian pada tahun 2003 dibentuk Jurusan Teknik Elektro dengan program studi Teknik Elektronika dan Teknik Telekomunikasi. Latar belakang pendirian Fakultas Sains dan Teknologi beserta jurusan-jurusannya adalah untuk merespon kebutuhan dunia usaha dan industri yang ada di Propinsi Riau, serta dalam rangka mengantisipasi pengaruh globalisasi dunia.
Kampus Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA RIAU
 Sumber : fst.uin-suska.ac.id

Kamis, 05 Januari 2012

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, meskipun secara yuridis formal baru lahir pada tahun akademi 1998/1999, tetapi secara historis Fakultas ini telah berusia hampir seperempat abad, karena embrionya bermula dari Jurusan Ilmu Dakwah yang ada pada Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru .

Peningkatan status Jurusan Ilmu Dakwah menjadi sebuah Fakultas tersendiri sesungguhnya telah direncanakan sejak lama. Usaha-usaha yag lebih intensif ke arah itu telah dimulai sejak tahun akademi 1994/1995. Setahun kemudian yakni 1995/1996, Jurusan Ilmu Dakwah dimekarkan menjadi dua Jurusan, yaitu Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Kedua jurusan tersebut sampai tahun akademi 1997/1998 telah berusia labih kurang tiga tahun dan telah memiliki mahasiswa sebanyak 211 orang dengan rincian; Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam 102 orang dan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam sebanyak 109 orang.

Pada tahun akademi 1996/1997 telah pula dilakukan pula penjajakan dan konsultasi kepada Fakultas Ilmu Komunikasi Universiata Padjadjaran Bandung dalam rangka mempersiapkan dan memperluas jurusan pada Fakultas Dakwah yang akan didirikan, yang kemudian menghasilkan kesepakatan kerjasama antara IAIN Susqa Pekanbaru dengan Universitas Padjadjaran Bandung yang direalisir dalam bentuk penandatanganan naskah kesepakatan berupa Memorandum of Understanding (MoU) pada bulan Januari 1998 dengan nomor; IN/13/R/HM.01/164/1998 dan 684/706/U/1998 yang pelaksanaan teknisnya dipercayakan pada Fakultas Ushuluddin (Pengasuh Ilmu Dakwah) dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut adalah disepakatinya pembukaan Program Studi Strata Satu (S1) Ilmu Komunikasi dan Diploma Tiga (D3) Pers dan Grafika, untuk melengkapi dua Jurusan yang sudah ada yaitu jurusan PMI dan BPI pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang kan didirikan.

Untuk mewujudkan pendirian Fakultas dakwah pada IAIN Susqa Pekanbaru telah dilakukan berbagai upaya perintisan, diantaranya adalah mengupayakan untuk mendapatkan pengukuhan secara yuridis formal dari berbagai pihak terkait seperti dari Departemen Agama sendiri, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan dari Menteri Penday-gunaan Aparatur Negara (Menpan) yang hasilnya adalah dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang pendirian Fakultas dakwah IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru nomor 104 tahun 1998 tanggal 28 Februari 1998.

Dalam pada itu telah pula dilakukan seminar dan lokakarya (semiloka) tentang penyusunan kurikulum Jurusan Ilmu Komunikasi dan Program Studi Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Semiloka tersebut dihadiri oleh dua tokoh dan pakar Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Bandung yaitu; Dr. H. Dedi Mulyana, MA dan Drs. Elvinaro Enderianto, M.Si menggantikan Drs. Soleh Soemirat Dekan Fikom Unpad yang berhalangan datang. Semiloka tersebut berhasil merumuskan kurikulum terpadu antara disiplin Ilmu Komunikasi dan Ilmu Keislaman yang merupakan ciri khas program studi Ilmu Komunikasi pada IAIN Susqa.

Berbekal Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 104 ahun 1998 tersebut. Maka secara de jure Fakultas dakwah IAIN Susqa telah lahir dan terpisah dari Fakultas Ushuluddin, tetapi secara de facto kelahiran itu baru terealisir pada bulan September 1998, dalam acara Stadium General Pembukaan Kuliah tahun akademi 1998/1999. Dalam kesempatan itu yang bertindak sebagai pembicara adalah Drs. Sholeh Soemirat, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Bandung.
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi hingga tahun ketujuh telah mengalami beberapa peralihan kepemimpinan lebih kurang tiga kali. Pada waktu didirikan tahun 1998, Fakultas dakwah mengasuh tiga Jurusan Setrata Satu (S1), yaitu Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) dan Ilmu Komunikasi (Kom) serta satu Jurusan diploma tiga Pers dan Grafika (D3) (P&G) dengan pelaksanaan tugas sebagai Dekan pada awal berdiri adalah Drs. Noor Aini HA dimana beliau masih menjabat sebagai Pembantu Rektor II dan Dr. Atjeng Achmad Kusiari, MA (al-marhum) sebagai Pembantu Dekan I (Bidang Akademik), Drs. H Sabaruddin MN, SH selaku Pembantu Dekan II (Bidang Administrasi dan Keuangan) serta Drs. H. Sarwan Anthoni sebagai   Pembantu  Dekan  III  ( Bidang  Kemahasiswaan )  (tahun 1998-2000). Pada periode kedu dari tahun 2000-2005) Dekan Fakultas Dakwah adalah Drs. H. Hidayat, MA Pembantu Dekan I (Bidang Akademik) adalah Drs. H. Ali Abri, MA, Pembantu Dekan II adalah Drs. Suhaimi.D, M.Si (Bidang Administrasi dan Keuangan) dan Pembantu Dekan III adalah Drs. Syafaruddin, M.Pd. Pada Periode berikutnya Pada Bulan April 2005 terpilihlah Dekan baru Periode 2005-2009 sebagai Dekan adalah DR. H. Ali Abri, MA, Pembantu Dekan (Bidang Akademi) Drs. H. Suhaimi, M.Ag, Pembantu Dekan II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) adalah Drs. Ginda, M.Ag, sedangkan Pembantu Dekan III pada periode yang sama telah dua kali pergantian karena Pembantu Dekan III (Bidang Kemahasiswaa) pertama adalah Drs. Sudirman, M.Ag mengundurkan diri setelah beliau terpilih dan sempat menduduki jabatannya tersebut kurang lebih enam bulan dan sebagai penggantinya adalah Elfiandri, M.Si.

Pada pertengahan tahun 2009 tepatnya pada bulan Mei 2009 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau melakukan pergantian pucuk pimpinan periode 2009-2013 melalui Rapat Senat Fakultas sehingga terpilihlah sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi adalah Prof. DR. Amril. M, MA sementara  Pembantu Dekan I (Bidang Akademik) masih tetap dijabat oleh Drs. H. Suhaimi, M.Ag, Pembantu Dekan II (bidang Administrasi Umum dan Keuangan) dijabat oleh  Darusman, M.Ag dan Pembantu Dekan III (Bidang Kemahasiswaan) dijabat oleh Dra. Silawati, M.Pd.

Pada saat usia pendirian Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang baru berusia satu tahun namun Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau terus mengembangkan diri dengan melakukan berbagai usaha diantaranya pengembangan jurusan, salah satunya adalah pembukaan Jurusan Teknik Iformatika. Jurusan ini sesungguhnya telah direncanakan sejak awal, yakni sejak bulan februari 1998. Melalui usaha-usaha penjajakan kepada pihak ITB Bandung menghasilkan kesepakatan dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama (MOU) antara IAIN Susqa dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) nomor IN/13/R/HM 01/335/1998 dan nomor 226/KS/K0 1/DN 1.2/1998 tanggal 10 Agustus 1998 yang salah satu diktumnya berisi kesepakatan untuk membuka Jurusan Teknik Informatika pada tahun akademi 1990/2000 yang pengelolaaan administrasinya dipercayakan kepada Fakultas Dakwah yang masih muda tersebut. Rencana tersebut diperkuat dengan adanya saling pengertian antara pihak IAIN Susqa dengan PT. CPI untuk membuka jurusan Tehnik Informatika pada tahun akademi 1999/2000, dan pihak PT. CPI bersedia memberikan bantuan tenaga profesional bagi mempersiapkan pembukaan jurusan tersebut. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun akadei 2001/2002, Fakultas Dakwah mebuka pula Prigram Studi Baru, Teknik Industri yang juga mendapat bantuan tenaga profesional dari PT. CPI. Sehingga pada tahun akademi 2001/2002, Fakultas Dakwah megasuh lima program studi strata satu (S1) dan satu program Diploma Tiga (D3).

Pada tahun 2002/2003 Fakultas Dakwah merencanakan pula untuk membuka satu jurusan program S1 yaitu jurusan Manajemen Dakwah dan satu jurusan maatematika. Pembukaan jurusan matematika ini dimaksudkan untuk mendampingi Jurusan Tehnik Informatika dan Teknik Industri, yang pada tahun  akademi 2002/2003 dilepas dari Fakultas Dakwah dan ditingkatkan menjadi Fakultas tersendiri, Yaitu Fakultas Sains dan teknologi, sebagai bagian dari program peningkatan status IAIN dari Intitusi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Syarif KasimRiau. Sehingga pada tahun akademi 2002/2003 ini Fakultas Dakwah tidak lagi mengasuh program studi eksak. Fakultas Dakwah hanya mengasuh empat jurusan strat satu dan satu jurusan diploma tiga (D3) yaitu;

a.Jurusan Strata satu (S1)
    1) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
    2) Bimbingan dan penyuluhan Islam (BPI)
    3) Ilmu Komunikasi (Kom)
    4) Manajeman Dakwah (MD)
b. Jurusan Diploma Tiga (D3) Pers dan Grafika (P&G)
Kampus Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN SUSKA RIAU
 Sumber : fdik.uin-suska.ac.id

Rabu, 04 Januari 2012

Fakultas Ushuluddin

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Kelahiran sebuah lembaga pendidikan tinggi senantiasa mengikuti tumbuh kembang ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai institusionalisasi (pelembagaan) dari suatu cabang pengetahuan atau bahkan untuk sebuah Universitas berupaya secara sungguh-sungguh untuk mencangkokkan sejumlah cabang ilmu pengetahuan dalam wujud kumpulan pengetahuan yang lebih lengkap. Perkembangan ilmu pengetahuan di Perguruan Tinggi biasanya dipilah menjadi sebuah cabang ilmu yang lebih kecil yang dikaji secara khusus pada sebuah program studi. Namun demikian, ilmu pengetahuan dalam bentuk apapun senantiasa berpijak di atas suatu paradigma tertentu. Wilayah kajian, metodologi pendekatan serta kegunaan suatu ilmu harus berpijak pada paradigma tersebut.

Fakultas Ushuluddin sebagai salah Fakultas di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam, mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu-ilmu dasar keislaman yang membicarakan persoalan-persoalan tentang ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Namun demikian karena suatu ilmu tidak dapat berdiri sendiri secara muthlak, maka ilmu Ushuluddin memerlukan ilmu-ilmu lain yang memiliki karakteristik yang sejenis yaitu ilmu-ilmu yang membicarakan agama secara umum dan ilmu-ilmu bantu lainnya seperti sosiologi, anthropologi, psikologi dan lain-lain, yang membicarakan studi agama Islam dalam tataran paradigma sains secara umum.

Ilmu Ushuluddin jika dilihat dari sisi paradigma keilmuan, berada dalam lingkungan filsafat, ilmu tasawuf dan ilmu tafsir hadits serta ilmu agama secara umum. Oleh karena itu terdapat sejumlah jurusan atau program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin yaitu: Aqidah Filsafat, Tafsir Hadits, Perbandingan Agama dan Administrasi Negara.

Ushuluddin sebagai ilmu harus diletakkan sebagai ilmu murni dalam paradigma ilmu-ilmu keislaman. Sebagai ilmu murni, Ushuluddin menjadi fondasi bagi perkembangan ilmu keislaman lain yang tersebar pada sejumlah Fakultas di lingkungan IAIN yaitu Tarbiyah, Syari’ah, Dakwah dan Adab. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ilmu Ushuluddin sebagai Mother of Islamic Science.
Kampus Fakultas Ushuluddin UIN SUSKA RIAU
Sumber : fush.uin-suska.ac.id

Selasa, 03 Januari 2012

Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat Riau merupakan bagian dari rakyat Indonesia. Perkembangan dunia modern akhir abad ke dua puluh atau awal abad ke dua puluh satu, ditandai dengan kemajuan ini akan membawa perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia, baik kehidupan politik, ekonomi maupun sosial budaya.

Dalam bidang politik, peraturan kekuasaan dan pengaruh negara-negara maju atas negara-negara dunia ketiga terus berlanjut. Dalam bidang ekonomi, masyarakat kota yang agraris menjadi masyarakat industri dengan menggunakan teknologi modern. Dalam kaitan ini pengaruh negara-negara maju sangat mewarnai ekonomi bangsa. Dalam bidang sosial budaya, pengaruh budaya asing melalui sistem komunikasi dan informasi modern menjarak jaringan-jaringan sosial budaya, sehingga pergeseran nilai masyarakat dalam memandang dunia kehidupan sangat dirasakan oleh setiap orang.

Sebagai dampak negatif dari kondisi tersebut dapat diramalkan bahwa arah kehidupan masyarakat masa mendatang cenderung ke arah materialistis, sekularistis dan individualistis, karena pengaruh keterbukaan yang dinamis dan rasionalis, yang pada akhirnya bermuara kepada pergeseran pandangan terhadap nilai-nilai agama.

Dalam menghadapi perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, maka peranan para intelektual muslim semakin sangat penting. Mereka harus mampu mengarahkan kemajuan ilmu dan teknologi bernafaskan Islami.

Menyadari kelemahan dan kekurangan akan hal yang demikian maka tokoh agama, pemuka masyarakat dan pemerintah daerah Riau merasa terpanggil untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi yang beridentitas Islam. Ide tersebut menjadi kenyataan dengan usaha membentuk BADAN PELAKSANA AL JAMI’AH AL ISLAMIAH (BAPELA) Riau yang diketuai oleh Datuk Wan Abdurrahman (Wakil Gubernur KDH Tk. I Riau). Sebagai salah satu usaha dari BAPELA adalah pendirian Fakultas Syariah, berdasarkan surat keputusan Menteri Agama No. 79 tahun 1966 tanggal 21 Nopember 1966. Fakultas yang didirikan ini merupakan salah satu Fakultas pada Universitas Islam Riau (UIR) cabang Tembilahan. Pada waktu yang bersamaan dilantiklah Haji Abdul Hamid Sulaiman sebagai Dekan.

Penegerian Fakultas Syariah itu dipersiapkan oleh panitia persiapan penegerian yang dipersiapkan oleh A. Satar Hakim (Bupati KDH Tk. II Indragiri Hilir di Tembilahan).
Setelah di negerikan Fakultas Syariah berinduk kepada IAIN Imam Bonjol Padang. Berhubungan sulitnya transportasi dan komunikasi, maka dengan SK Menteri Agama RI No. 99 Tahun 1967 Tanggal 4 September 1967 berpindah induk ke IAIN Sulthan Thaha Syaifudin Jambi. Tapi juga mengalami kesulitan dan kendala tentang administrasi, maka dengan SK Menteri Agama RI No. 36 Tahun 1969 tanggal 5 Mei 1969 berpindah ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak diresmikan berdirinya IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru, yaitu tanggal 16 September 1970 yang berdasarkan SK. Menteri Agama RI No. 1994 tahun 1970, Fakultas Syariah Tembilahan resmi berinduk ke IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru.

Semula Fakultas Syariah hanya berstatus Fakultas Muda yaitu sampai Sarjana Muda saja. Dengan jurusan Qadha’. Kemudian melalui SK Menteri Agama RI No. 69 Tahun 1982, tanggal 27 Juli 1982, status Fakultas Syariah ditingkatkan menjadi Fakultas Madya.

Berdasarkan SK Menteri Agama RI tersebut Fakultas Syariah menyelenggarakan perkuliahan tingkat Doktoral Syariah membuka kuliah ditingkat Doktoral dengan jurusan Qadha’. Hal ini terus berlangsung sampai dimulai Sistim Kredit Semester (SKS) pada tahun ajaran 1984/1985. Pada saat itu Fakultas Syariah sudah berkembang menjadi dua jurusan yaitu Peradilan Agama (PA) dan jurusan Perdata/Pidana Islam (PPI).

Tahun ajaran 1989/1990 terdapat pula perubahan dan penambahan jurusan, yaitu Peradilan Agama (PA), Jurusan Perbandingan Mazhab (PM) sebagai jurusan baru, dan jurusan Mu’amalah Jinayah (MJ) sebagai ganti dari jurusan Perdata dan Pidana Islam. Enam tahun kemudian, tepatnya pada tahun ajaran 1995/1996 terjadi lagi perubahan jurusan Peradilan Agama (PA) berubah nama dengan Ahwal al-Syakhshiyah (AS), jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), jurusan Muamalah Jinayah dimekarkan menjadi dua jurusan yaitu jurusan Muamalah (M) dan jurusan Jinayah Siyasah (JS). Kemudian pada tahun ajaran 1997/1998 berganti nama lagi menjadi :
  1. Jurusan Ahwal al-Syakhshiyah yang semula disingkat AS menjadi AH.
  2. Jurusan Muamalah tidak ada perubahan
  3. Jurusan Perbandingan Mazhab Hukum (PMH) menjadi Perbandingan Hukum dan Mazhab (PHM)
  4. Jurusan Jinayah Siyasah (JS) menjadi Siyasah Jinayah (SJ)
Mulai tahun akademi 1998/1999 dibuka :
  1. Jurusan Manajemen (MEN)
  2. Program D.III Manajemen Perusahaan (MP)

Setelah berjalan beberapa tahun sesuai dengan tuntutan perubahan status IAIN menjadi UIN, maka pada tahun 2002 / 2003 jurusan Manajemen (Men) dan Program D3 Manegement Perusahaan (MP) menjadi fakultas tersendiri yang diberi nama Fakultas Ekonomi. Dengan dimulai sejak tahun itu, maka pelaksana administrasi dan akademik terpisah dari Fakultas Syariah.

Tetapi dengan semakin besarnya tuntutan perubahan, maka mulai tahun akademik 2002 / 2003 Fakultas Syariah membuka jurusan baru yaitu Jurusan Ekonomi Islam (EI) Program Studi Ekonomi Perbankan S1 yang lebih berbasis syariah, yaitu dengan SK Menteri Agama RI No. E/16/1998.
Kemudian pada tahun akademik 2003/2004 Fakultas Syariah membuka Program Studi Diploma Tiga Perbankan Syariah berdasarkan Hasil Rapat senat Universitas dan dilanjutkan dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor :Dj.I/178/2007 Tanggal 20 April 2007 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi pada UIN Sultan Syarif kasim Riau.

Sejalan dengan visi UIN Suska Riau serta kebutuhan akan ahli-ahli hukum yang professional saat ini, maka berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor : Dj.I/284/2007, tanggal 15 Agustus 2007 telah berdiri Program Studi Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Hukum Tata Negara yang berada di bawah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, sebagaimana tindak lanjut dari Peraturan Menteri Agama RI Nomor 8 Tahun 2005, bahwa diantara Fakultas yang ada di lingkungan UIN Suska Riau adalah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
Kampus Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN SUSKA RIAU
Sumber : fsih.uin-suska.ac.id 

Senin, 02 Januari 2012

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Menyadari pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas bangsa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas masyarakat di Provinsi Riau, maka para tokoh agama, pemuka masyarakat dan pemerintah daerah Riau, merasa terpanggil untuk perlunya mendirikan lembaga pendidikan tinggi yang beridentitas Islam. Ide tersebut diawali dengan membentuk Badan Pelaksana Al Jami’ah Islamiyah (BAPELA) Riau tahun 1963, yang diketui oleh Datuk Wan Abdurrahman ( Wakil Gubernur KDH Tk. I Riau pada saat itu). Sebagai usaha nyata dari BAPELA didirikanlah Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Riau (UIR) di bawah Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) pada tanggal 18 April 1963 bersamaan dengan tanggal 23 Zulkaedah 1382 H. 

Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh H. Anton Timur Djailani, MA. bertempat di Aula Kantor Gubernur Riau. Setelah Fakultas Tarbiyah UIR berdiri, maka usaha berikutnya adalah bagaimana untuk mendapatkan Perguruan Tinggi Islam Negeri di Daerah Riau. Untuk maksud tersebut BAPELA yang dipimpin oleh Datuk Wan Abdurrahman dengan didukung oleh Walikota Pekanbaru Tengku Bey dan direstui oleh Gubernur Riau H. Kaharuddin Nasution, berusaha dengan gigih dan menyampaikan hasrat tersebut kepada Menteri Agama RI di Jakarta.

Usaha tersebut menghasilkan keluarnya Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 144/M/A/1964 tanggal 21 September 1964, tentang pemberian mandat kepada Gubernur Riau. Untuk merealisasi keputusan tersebut, pada tanggal 14 Oktober 1964 Gubernur Riau sebagai mewakili Menteri Agama RI, membentuk Panitia Persiapan Penegerian Fakultas Tarbiyah bertempat di Aula Kantor Balai Kota Pekanbaru. Dengan keputusan Menteri Agama RI Nomor 53 tahun 1965 tanggal 28 Juli 1965 Fakultas Tarbiyah UIR dinegerikan, sehingga berubah nama menjadi Fakultas Tarbiyah lAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Cabang Pekanbaru.

Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 194 tahun 1970 tanggal 9 September 1970, berdirilah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekanbaru. Terdiri dari Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin di Pekanbaru dan Fakultas Syari'ah di Tembilahan, yang diresmikan oleh Menteri Agama RI. K. H. Moh. Dahlan pada tanggal 16 September 1970. Bertempat di Aula Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru, yang dihadiri oleh rombongan Menteri Agama, Muspida Tk. I Propinsi Riau, Muspida Tk. II Kotamadya Pekanbaru, Partai-Partai Politik, Ormas Islam, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.

Atas persetujuan Pemerintah Daerah Riau dan Menteri Agama RI, maka IAIN yang baru diresmikan itu diberi nama dengan IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru (IAIN Susqa) Pekanbaru. Pemberian nama tersebut adalah sebagai peringatan dan penghargaan terhadap pejuang Nasional asal Riau Sulthan Siak Sri Indrapura XII (raja terakhir) yaitu almarhum Sultan Syarif Qasim.

Dengan diresmikannya IAIN Susqa Pekanbaru, maka secara resmi berdiri pula Fakultas Tarbiyah, yang semula berinduk kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, telah berada di bawah naungan IAIN Susqa Pekanbaru.

Pada tahun 2005 IAIN Susqa Pekanbaru berubah statusnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Perubahan status ini berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2005. Dengan perubahan nama, yang semula Sulthan Syarif Qasim (Susqa) Pekanbaru, menjadi Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Diresmikan pada tamggal 9 Februari 2005, oleh Presiden RI Bapak DR. Susilo Bambang Yudoyono. Seiring dengan perubahan tersebut, maka Fakultas Tarbiyah juga mengalami pengembangan dan perubahan nama, yang disesuaikan dengan fungsi dan ruang lingkupnya, yaitu menjadi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)
Kampus Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA RIAU

Sumber : ftk.uin-suska.ac.id

Minggu, 01 Januari 2012

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau

Logo baru UIN SUSKA Riau
Logo baru UIN SUSKA Riau
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dalam bahasa Inggris adalah State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau merupakan hasil pengembangan/ peningkatan status pendidikan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru yang secara resmi dikukuhkan berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2005 tanggal 4 Januari 2005 tentang Perubahan IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru menjadi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan diresmikan pada 9 Februari 2005 oleh Presiden RI, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tindak lanjut perubahan status ini, Menteri Agama RI menetapkan Organisasi dan Tata kerja UIN Suska Riau berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 8 Tahun 2005 tanggal 4 April 2005.

Institut Agama Islam Negeri Sulthan Syarif Qasim (IAIN Susqa) Pekanbaru sebagai cikal bakal UIN Suska Riau, didirikan pada tanggal 19 September 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 194 Tahun 1970. Institut ini diresmikan berdirinya oleh Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 19 September 1970 berupa penandatanganan piagam dan pelantikan Rektor yang pertama, Prof. H. Ilyas Muhammad Ali.

IAIN Susqa ini pada mulanya berasal dari beberapa Fakultas dari Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta yang kemudian dinegerikan, yaitu Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Riau di Pekanbaru, Fakultas Syariah Universitas Islam Riau di Tembilahan, dan Fakultas Ushuluddin Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru.

Dengan persetujuan Pemerintah Daerah, maka Institut Agama Islam Negeri Pekanbaru ini diberi nama dengan Sulthan Syarif Qasim, yaitu nama Sulthan Kerajaan Siak Sri Indrapura ke-12 atau terakhir, yang juga nama pejuang nasional asal Riau. Pengambilan nama ini mengingat jasa-jasa dan pengabdian beliau terhadap negeri, termasuk di bidang pendidikan.

IAIN Susqa Pekanbaru ini mengambil tempat kuliah pada mulanya di bekas sekolah Cina di Jl. Cempaka, sekarang bernama Jl. Teratai, kemudian dipindahkan ke masjid Agung An-Nur. Lalu pada tahun 1973, barulah IAIN Susqa menempati kampus Jl. Pelajar (Jl. K.H. Ahmad Dahlan sekarang). Bangunan pertama seluas 840 m2 yang terletak di atas tanah berukuran 3,65 Ha dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau, Arifin Achmad, pada tanggal 19 Juni 1973.

Ketika didirikan, IAIN Susqa hanya terdiri atas tiga Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah, dan Fakultas Ushuluddin. Namun sejak tahun 1998, IAIN Susqa mengembangkan diri dengan membuka Fakultas Dakwah. Fakultas ini didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 104 Tahun 1998 tanggal 24 Pebruari 1998. Fakultas ini pada mulanya berasal dari Jurusan Dakwah yang ada pada Fakultas Ushuluddin. Pada tahun 1997 telah berdiri pula Program Pascasarjana/PPs IAIN SUSQA Pekanbaru.

Keinginan untuk memperluas bidang kajian di IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru muncul melalui Seminar Cendikiawan Muslim (1985), Seminar Budaya Kerja dalam Perspektif Islam (1987), dan dialog ulama serta cendikiawan se-Propinsi Riau. Tiga tahun berturut-turut (1996, 1997, 1998) melahirkan rekomendasi: Agar IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru membuka program studi baru (umum). Melalui keputusan rapat senat IAIN Susqa tanggal 9 September 1998 yang menetapkan perubahan status IAIN Susqa menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, maka dilakukan persiapan secara bertahap. Mulai pada tahun akademik 1998/1999 telah dibuka beberapa program studi umum pada beberapa fakultas, seperti program studi Psikologi pada Fakultas Tarbiyah, program studi Manajemen dan Manajemen Perusahaan pada Fakultas Syari’ah, dan program studi Ilmu Komunikasi pada Fakultas Dakwah. Pada tahun akademik 1999/2000 IAIN telah pula membuka Program Studi Teknik Informatika. Satu tahun kemudian, tepatnya tahun akademik 2000/2001, dibuka pula Program Studi Teknik Industri. Kedua program studi terakhir ini untuk sementara ditempatkan di bawah administrasi Fakultas Dakwah.

Pada tahun akademik 2002/2003 program studi umum yang ada pada fakultas di atas dan ditambah beberapa program studi baru, ditingkatkan menjadi fakultas yang berdiri sendiri. Fakultas-fakultas tersebut adalah Fakultas Sains dan Teknologi dengan Jurusan/Program Studi Teknik Informatika, Teknik Industri, Sistem Informasi, dan Matematika; Fakultas Psikologi dengan Jurusan/Program Studi Psikologi; Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial dengan Program Studi Manajemen, Akuntansi dan Manajemen Perusahaan Diploma III; dan Fakultas Peternakan dengan program studi Ilmu Ternak dengan konsentrasi Teknologi Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak dan Teknologi Pakan dan Nutrisi.


Peningkatan status IAIN menjadi UIN dimaksudkan untuk menghasilkan sarjana muslim yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menerapkan ilmu ke-Islaman, ilmu pengetahuan dan teknologi secara intergral, sekaligus menghilangkan pandangan dikhotomi antara ilmu keislaman dan ilmu umum.

Pengembangan UIN Suska tidak hanya dilakukan pada bidang akademik semata, seperti melalui pembukaan fakultas-fakultas dan program-program studi baru, tapi juga diarahkan pada pengembangan di bidang fisik, sarana, dan prasarana. Dewasa ini UIN Suska telah mempunyai lahan kampus seluas 84,15 Ha yang terdiri atas 3,65 Ha di Jl. K.H. Ahmad Dahlan dan 80,50 Ha di Km. 15 Jl. Soebrantas Simpangbaru Panam Pekanbaru.

Lahan kampus di Km 15 Jl. H.R. Soebrantas tersebut dibebaskan pada tahun 1981/1982 mulanya seluas 60 Ha dan diperluas pada tahun 2003-2006 menjadi 80,50 Ha. Pada tahun 1995/1996 pembangunan fisik dilahan ini telah dimulai dan telah berhasil membangun gedung seluas 5.760 m2 untuk 70 lokal ruang kuliah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 8 Tahun 2005 UIN Suska memiliki 8 fakultas, yaitu: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, dan fakultas Pertanian dan Peternakan.

Sejak berdirinya IAIN Susqa sampai menjadi UIN SUSKA hingga sekarang ini telah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan, sebagai berikut :

1. Prof. H. Ilyas Muh. Ali 1970 – 1975
2. Drs. H. A. Moerad Oesman 1975 – 1979
3. Drs. Soewarno Ahmady 1979 – 1987
4. Drs. H. Yusuf Rahman, MA 1987 – 1996
5. Prof. Dr. H. Amir Luthfi 1996 – 2005
6. Prof. Dr. H. M. Nazir 2005 – sekarang 

Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau
Sumber : uin-suska.ac.id

Senin, 31 Januari 2011

Teknik Industri UIN SUSKA Riau

Teknik Industri merupakan cabang ilmu teknik yang berhubungan tentang perencanaan (planning), perencangan (designing), penyusunan (installation), pengendalian (controlling) dan perbaikan (improvement) sistem yang terintegrasi yang tersusun atas manusia – mesin – material – metoda kerja – modal – energi dan informasi dengan menarik manfaat keilmuan lain seperti matematika, pengetahuan alam dan sosial. Teknik Industri juga mencakup ilmu teknik dan manajemen yang terintegrasi yang berupaya menilai, mengukur, menghitung dan meramalkan hasil yang akan dicapai oleh sistem yang terintegrasi. Jadi dapat dikatakan pula Teknik Industri merupakan ilmu yang menjembatani antara ilmu keteknikan dan ilmu sosial.

Menurut Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah memengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. "Economic Science" adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .

Sedangkan, menurut sejarah perkembangannya di Indonesia, Teknik Industri lahir dari adanya permasalahan yang terjadi dalam proses manufaktur yang pada masa itu lebih banyak dilakoni oleh para sarjana Teknik Permesinan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Para akademisi dan sarjana Teknik Permesinan yang bekerja di perusahaan terkemuka di Indonesia merasa adanya kesenjangan pemahaman antara para sarjana ilmu sosial dan sarjana keteknikan khususnya permesinan tadi terutama ketika suatu organisasi melaksanakan proses perencanaan dan pengendalian produski. Sehingga munculah ide untuk membentuk suatu bidang ilmu yang bukan hanya membahas tentang proses yang bersifat keteknikan, namun juga menguasai aspek-aspek penunjang lainnya termasuk bidang sosial. Program Studi tersebut diberi nama dengan Program Studi Teknik Industri.

Teknik Industri UIN SUSKA Riau
Program Studi Teknik Industri UIN SUSKA Riau berdiri pada tanggal 9 April 2001 berada di bawah naungan Fakultas sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Pekanbaru. Keberadaan Program Studi sebagai bagian dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau diharapkan akan memberikan dukungan bagi upaya Propinsi Riau untuk mewujudkan program peningkatan sumber daya manusianya yang tertuang dalam Visi Riau 2020 dan saat ini telah banyak mencetak bibit unggul di dunia kerja.

 

Komentar

Total Tayangan Halaman

free counters ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers Top NewMedia Sites SEO Reports for danitheking.blogspot.com
DMCA.com